Banda Aceh, Juli 2025 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 di lima kabupaten yaitu: Aceh Besar, Bireuen, Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Aceh Timur. Kegiatan ini berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 13-17 Juli 2025 untuk wilayah Aceh Besar-Bireuen-Bener Meriah dan 20-22 Juli 2025 untuk wilayah Aceh Besar-Pidie Jaya-Aceh Timur.

Kegiatan Monev ini merupakan bagian dari siklus evaluatif kegiatan akademik yang dilaksanakan secara sistematis, dengan tujuan utama menilai kinerja mahasiswa, efektivitas pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan tingkat kemitraan serta keterlibatan masyarakat desa. Lebih dari 20 desa menjadi titik observasi lapangan dalam kegiatan ini, yang tersebar merata di lima kabupaten tersebut.

KKN USK tahun 2025 terdiri atas dua skema utama, yakni KKN Reguler dan KKN Tematik Literasi. Skema KKN Literasi, yang merupakan kolaborasi antara USK, Kementerian Pendidikan Tinggi, dan Perpustakaan Nasional, bertujuan memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat, serta mengoptimalkan fungsi perpustakaan desa sebagai pusat inklusi sosial dan pengembangan komunitas.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Monev dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tim Monev melakukan observasi langsung ke lokasi, mengadakan diskusi bersama perangkat desa dan mitra, serta melakukan penilaian terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa. Selain itu, responden dari unsur mahasiswa, DPL, mitra desa, dan Bapel KKN mengisi instrumen kuesioner evaluatif berbasis skala Likert (1–5), yang mengukur dua dimensi utama yaitu tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap berbagai aspek pelaksanaan KKN.

Beberapa indikator utama yang diamati meliputi:

  • Ketersediaan dan mutu pembekalan mahasiswa,
  • Kelengkapan dan keberlanjutan program kerja,
  • Dukungan dan kolaborasi dengan masyarakat,
  • Pendampingan akademik dari DPL,
  • Dokumentasi dan pelaporan,
  • Peran aktif mitra dalam pengembangan literasi lokal.

Kegiatan Monev ini juga dilengkapi dengan penyusunan laporan harian dan laporan akhir, sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik tim Monev. Laporan ini akan digunakan oleh Bapel KKN sebagai dasar kebijakan dan penyempurnaan pelaksanaan KKN tahun-tahun berikutnya.

Tim Monev dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok I dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng, dan mengkaji pelaksanaan KKN di wilayah Aceh Besar, Bireuen, dan Bener Meriah. Sementara itu, Kelompok II dipimpin oleh Sukirman, ST dan berfokus pada wilayah Aceh Besar, Pidie Jaya, dan Aceh Timur.

Dari hasil temuan awal, mahasiswa menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam kegiatan pengabdian dan adaptasi yang baik terhadap tantangan sosial di lapangan. Program KKN Literasi di sejumlah desa dinilai berhasil menciptakan ruang belajar yang inklusif serta meningkatkan pemanfaatan perpustakaan desa secara aktif. Sementara itu, mitra desa memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan desa.

Dengan pelaksanaan Monev yang menyeluruh ini, LPM USK menegaskan komitmennya terhadap mutu dan akuntabilitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. KKN bukan hanya sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter mahasiswa yang berintegritas, komunikatif, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (Noe-)

Categories:

Tags:

Comments are closed