Darussalam, 4 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar sesi berbagi pengalaman bersama Universiti Malaya (UM) Malaysia dalam rangka memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 4 September 2025, di Ruang Pusat LPM USK, dengan menghadirkan pakar dari UM dan pimpinan Lembaga Penjaminan Mutu USK.

Sesi pertama menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Tengku Adeline Adura Tengku Hamzah, Direktur Assessment and Capacity Building UM, yang memaparkan kerangka kerja University Malaya Quality Excellence Index (UMQEI). Sistem ini dikembangkan sebagai respons terhadap dinamika pendidikan global dan telah menjadi tulang punggung penjaminan mutu internal UM sejak memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000 pada 2002.

UMQEI mengusung empat prinsip utama: kepemimpinan dan tata kelola efektif, ekosistem pendidikan berkelanjutan, perbaikan berkesinambungan, serta dampak positif bagi komunitas global. Melalui dashboard berbasis web, setiap unit kerja di UM dapat melakukan penilaian mandiri, mengunggah bukti mutu, dan menerima evaluasi dari asesor UMQEI.

Sesi kedua diisi oleh Prof. Dr. Ir. Suhendrayatna, M.Eng, Ketua LPM USK, yang memaparkan profil lembaga, termasuk visi, misi, struktur organisasi, serta peran strategis LPM dalam mendukung peningkatan mutu akademik dan non-akademik di lingkungan USK.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah akademisi USK, diantaranya Dr. Yanis Rinaldi, S.H., M.Hum, yang juga Sekretaris LPM, Dr. Bakhtiar, S.P., M.Si, Dr. Andi Ulfa Tenri Pada, S.Pd., M.Pd dan Prof. Dr. Ichwana, S.T., M.P. Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif, mencerminkan komitmen kedua institusi dalam membangun budaya mutu yang adaptif dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, USK dan UM menunjukkan keseriusan dalam membangun jejaring internasional dan berbagi praktik terbaik demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. (YR)

Categories:

Tags:

Comments are closed