
Darussalam, 10 November 2025 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi dalam Lokakarya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi dan Diseminasi Praktik Baik Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 9 November 2025 di Gedung MeRCE, Lantai 8, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Penjaminan Mutu (FPM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi negeri dalam membangun budaya mutu berkelanjutan di Indonesia.
Lokakarya ini bertujuan untuk mensosialisasikan perubahan regulasi dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 menjadi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, sekaligus menjadi wadah berbagi praktik baik pelaksanaan SPMI di berbagai perguruan tinggi anggota FPM BKS PTN Wilayah Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai narasumber nasional dan pakar penjaminan mutu, di antaranya Prof. Dr. Ir. Marwan, Rektor USK yang juga menjabat sebagai Ketua BKS PTN Wilayah Barat; Prof. Dr. Dra. Retno Widowati, M.Si dari Majelis Akreditasi BAN-PT; Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., CMA., CA dari Majelis Akreditasi LAM-EMBA; serta Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, Ketua Forum Penjaminan Mutu BKS PTN Wilayah Barat. Selain itu, Dr. Fitria Riany Eris, SP., M.Si dan Dr. Ir. Bakhtiar, SP., M.Si, Kepala Pusat Pengembangan Akreditasi LPM USK, turut memaparkan pengalaman dan praktik baik pelaksanaan SPMI di lingkungan USK.
Dalam sambutannya, Prof. Marwan menekankan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam memahami dan menerapkan regulasi baru terkait penjaminan mutu. “Perubahan regulasi ini bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi momentum untuk memperkuat sistem penjaminan mutu agar lebih adaptif terhadap perkembangan pendidikan tinggi di era transformasi digital,” ujar Prof. Marwan.
Sementara itu, Dr. Bakhtiar menambahkan bahwa keikutsertaan USK dalam kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan dan berbagi pengalaman dengan perguruan tinggi lain. “LPM USK terus berkomitmen memperkuat implementasi SPMI yang berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan dan mendukung pencapaian akreditasi unggul di seluruh program studi,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi forum penting bagi anggota FPM BKS PTN Wilayah Barat untuk membahas rencana program kerja serta strategi kolaborasi dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu ke depan. Melalui partisipasi aktif dalam lokakarya ini, LPM USK menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak utama budaya mutu di tingkat nasional, serta memperkuat komitmen universitas dalam mendukung kebijakan dan standar mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan. (Bakh)
Comments are closed