Darussalam, 9 September 2025 – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui Program Bantuan Pengembangan Modul Digital Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dari total 329 proposal yang diajukan dosen perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia, hanya 92 proposal yang berhasil lolos seleksi administrasi dan substansi. Dua di antaranya berasal dari USK, yakni: Dr. Marty Mawarpury, M.Psi., Psikolog pada tema “Psikologi perkembangan, motivasi pembelajaran masa dewasa awal, dasar-dasar komunikasi, keterampilan dasar mengajar, dan bimbingan mahasiswa.”; dan Prof. Dr. drh. Sri Wahyuni, M.Si pada tema “Pembelajaran praktik/praktikum.”

Kedua dosen yang juga merupakan anggota Pusat Pengembangan Akreditasi LPM USK ini akan memperoleh dukungan untuk mengembangkan modul digital inovatif sesuai tema yang diusulkan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.

Sebagai tindak lanjut, keduanya mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Bantuan Pengembangan Modul Digital 2025 yang berlangsung pada 8–10 September 2025 di Movenpick Hotel Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 92 penerima hibah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Bimtek menghadirkan sejumlah narasumber nasional dengan materi strategis, antara lain: Nafiron Musfiqin Uddin (Rencana Implementasi Program), Vitalis Hilarion Wihendro (Konsep MOOCs), Rahayu Dwi Riyanti (Pengenalan Platform ICE-Institute), Paulina Pannen (Pengembangan Pembelajaran Digital untuk Peningkatan Kapasitas), Idola Perdini Putri, Sendy Prayogo, dan Fegi Syawaldi (Pengembangan Materi Ajar Multimedia), FA. Triatmoko HS & T. Ahmad Danial (Pengembangan Asesmen Interaktif), dan Gatot Fatwanto Hertono (Pemanfaatan Generative AI).

Selain paparan materi, peserta juga mengikuti praktik penyusunan modul, pendampingan penyusunan RAB, hingga presentasi hasil kerja mandiri.

Melalui capaian ini, USK menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran digital yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing. LPM USK memberikan apresiasi tinggi kepada kedua dosen penerima hibah, sekaligus mendorong sivitas akademika lainnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan modul pembelajaran digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. (andi ulfa)

Categories:

Tags:

Comments are closed