
Darussalam, 29 Agustus 2025 – Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Syiah Kuala (LPM USK) melalui Pusat Pengembangan Audit dan Penjaminan Mutu menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Pengisian Audit Mutu Internal (AMI) Online Siklus 17 pada Jumat, 29 Agustus 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta mengenai konsep, prosedur, dan teknis pengisian AMI secara online. Selain itu, acara ini juga menjadi penanda resmi dibukanya pengisian AMI online, yang dapat diakses mulai 29 Agustus hingga 15 Oktober 2025 pada laman https://ami.usk.ac.id/.
Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber utama, yaitu : Nurlaili, S.Pd., M.Pd; Dr. Ir. Syifaul Huzni, M.Sc; Dr. Ir. Bakhtiar, S.P., M.Si; dan Rahmaddiansyah, S.Si., M.Si. Masing-masing narasumber menyampikan materi mencakup pelaksanaan AMI Siklus 17 Tahun 2025, alur dan tahapan pengisian AMI, mekanisme pengisian dokumen Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), serta teknis penggunaan aplikasi pengisian AMI online.
Peserta yang mengikuti Bimtek berasal dari berbagai unsur akademik di USK, antara lain Wakil Dekan Bidang Akademik, Kepala Departemen/Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Ketua Satuan Jaminan Mutu Fakultas (SJMF), serta Ketua Tim Penjaminan Mutu Akademik (TPMA).
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN.Eng, dalam sambutannya menegaskan pentingnya komitmen seluruh unit kerja untuk mengisi AMI secara konsisten dan berkualitas.
“Audit Mutu Internal bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola di Universitas Syiah Kuala. Dengan sistem pengisian AMI online ini, kita berharap proses audit menjadi lebih transparan, efisien, dan mampu mendorong peningkatan mutu yang berkelanjutan,” ujar Prof. Agussabti.
Sementara itu, Sekretaris LPM, Dr. Yanis Rinaldi, S.H., M.Hum, dalam arahannya menyampaikan bahwa pengisian AMI online merupakan bagian penting dari budaya mutu di lingkungan kampus.
“Melalui AMI, kita tidak hanya menilai capaian, tetapi juga melakukan refleksi bersama untuk memperbaiki kelemahan dan memperkuat keunggulan. LPM berkomitmen mendampingi seluruh unit kerja agar pengisian AMI berjalan lancar sesuai standar yang telah ditetapkan,” tutur Dr. Yanis.
Melalui kegiatan ini, LPM USK berharap seluruh unit kerja dapat mengisi AMI secara lebih baik dan sistematis, sehingga proses audit berjalan lancar, akuntabel, serta mendukung peningkatan mutu akademik di Universitas Syiah Kuala. (SR)
Comments are closed